Akhirnya datang juga…Setelah ilang beberapa lama.
Kemarin-kemarin (sepertinya kamis) ketika lihat babak 3 live debate Obama-McCain, terlihat begitu “kreatifnya” liputan media-media internasional. Serempak, beberapa stasiun TV terkemuka: CNN, BBC, CNBC, Bloomberg, dan Aljazeera meliput langsung event ini. Yang berbeda adalah cara mengemasnya: ada yang mendatangkan pakar-pakar politik, petinggi-petinggi media cetak, pemerhati, bahkan mengontak Hillary Clinton untuk memberikan pandangan kritisnya. 
Didukung dengan kreatifitas media person di studio masing-masing, komentar-komentar dari pakar tersebut bisa langsung divisualisasikan untuk memperjelas pesannya. Jika komentarnya terkait debat saat itu, maka cuplikan debat langsung ditayangkan…(yaa…seperti di jeda siaran sepak bola), jika terkait dengan pernyataan yang sudah pernah dibuat, maka langusng ditayangkan dua mini screen tentang pernyataan sekarang dan sebelumnya. Jika pernyataannya perlu di ditanggapi dengan data-data kuantitatif, maka muncul juga. Yaa…informatif juga, memberikan gambaran lebih luas, secara ngomongnya pake inggris trus agak cepat, hehehe
Yang cukup unik adalah cara mengukur dampak dari debat tersebut terhadap preferensi pemilih. Praktek umum, biasanya langsung dilakukan survey yang sifatnya tidak terlalu transparan. Artinya kita percaya pada lembaga survey tentang cara dan hasil yang diperoleh. Praktek lainnya adalah focus group discussion, sekelompok orang yang dikumpulkan di studio untuk nonton debat bersama-sama. Mereka yang datang adalah orang yang belum menentukan pilihan…(hmm…sulit juga ya..asas rahasianya kan ada). Setelah debat selesai, akan diberikan kesempatan untuk memberikan pandangan. Dan pada akhirnya, ada yang mengakui bahwa dia memilih obama, tidak memilih obama, puas dengan mccain.
asik jg ya kalo di indonesia bisa kyk gitu. Terakhir ada lembaga survey yg namanya LSI di pilpres yg lalu. Sayang mreka koq justru condong jd mesin kampanyenya SBY. Lembaga survey hrsnya netral sih