Archive for February, 2008

Let’s go to Burma

Apakah cara ‘Singa Tua’ itu masih dibutuhkan untuk menghadapi brutalitas ini?

lets-go.jpg

Itulah sebuah kesan yang muncul ketika melihat seri ke empat dari petualangan seorang veteran perang dari Amerika Serikat. Kenapa brutalitas yang dipakai? JIka Anda pernah memainkan sebuah fighting-game versi Sega: Mortal Kombat, tentu masih ingat di bagian akhir ketika lawan tarung sudah lemah (menunggu dieksekusi). Jika Anda berhasil membuat lawan Anda itu game-over dengan mutilasi, membakar, bahkan memakan, Anda mendapatkan: Brutality. Apakah terlalu berlebihan dengan film yang memakai karakter asli manusia? Melihat preferensi tehkik perfilman yang dipakai, itulah impresi yang muncul.

Film ini tentu tidak asing bagi para penikmat film action, begitu juga dengan alur ceritanya. John Rambo, tokoh utama, memutuskan untuk mengasingkan diri di Thailand setelah melewati begitu banyak masa sulit akibat perang (bisa mengacu pada serial-serial sebelumnya). Ternyata masa sulit itu kembali setelah sekelompok orang dari Amerika (mengatasnamakan Gereja) meminta bantuannya untuk mengantarkan mereka masuk ke Burma. Rencana tidak berjalan mulus, sekelompok orang itu diculik oleh pasukan bersenjata yang keji. Pembunuh bayaran yang disewa pun terlihat kewalahan untuk memberikan bantuan. Akhirnya, John beraksi lagi.

Apakah brutalitas itu masih ada di masa kini? Melihat presentasi-presentasi yang ditunjukkan dalam film ini, tentulah disimpulkan bahwa lokasi kejadian ini di Burma. Begitu mendengar Burma, otak kita langsung mengaitkan dengan peristiwa yang kita ketahui melalui pemberitaan di media-media. Dan tentulah pembuat film ini tidak sembarangan memasukkan unsur brutalitas seperti itu.

Paling minimal respon ngeri, kejam, sadis, dan kok tega? akan muncul begitu melihat film ini. Tidak saja itu, menutup mata, detak jantung meninggi, bahkan menghentikan melihat film ini bisa menjadi pilihan respon yang diambil. Akan tetapi, apakah presentasi brutalitas itu hanya berhenti sampai respon sesaat itu? Setelah melihat secara utuh ataupun tidak utuh, apakah penilaian Anda terhadap kondisi Burma secara khusus pada orang-orang di sana?

Setidaknya, akan muncul kesan negatif bahwa kondisi di sana tidak kondusif sehingga dibutuhkan sebuah intervensi untuk membuat aman. Dua tindakan umum muncul dalam film ini: mencoba dengan cara yang halus ala Michael, Sarah dkk, atau dengan ala ‘Singa Tua’ yang masih bertaring dan lincah. Dua tindakan ini coba dikombinasikan dalam film ini dan hasilnya ‘Singa Tua’ masih diperlukan. Bahkan dengan memunculkan singa-singa ‘muda’, ternyata mereka masih butuh pengalaman, keberanian, dan keahlian dari John.

Cara-cara yang menjadi khas ‘Singa Tua’, yang ditentang saat ini, masih dibutuhkan jika terjadi kondisi yang seperti di film ini. Bahkan, ‘Singa Tua’ harus turun tangan untuk membimbing singa-singa muda dan mengundang singa-singa lokal untuk mengakhiri brutalitas ini. Jika benar kondisi di Burma seperti itu dan cara-cara Sarah dkk tidak ampuh, maka cara apakah dan siapakah yang layak untuk mengintervensi?

Tentulah telah muncul pro dan kontra terhadap film ini, namun pada titik ini penulis melakukan sebuah pemaparan terhadap pesan yang ingin disampaikan melalui karya media ini.

how fast and how furious

It is a nice experience to attend a car contest. I was there because my friend is a member of that car club. We came there very late. So, we missed the contest but not the cars and wonderful fashion show :)

how-fast-resize.jpg

Seaside: Order, Choose, and Enjoy!

seaside-1.jpg

Seaside is a name of the seafood resto in Macapagal St. It is a nice place to have dinner.

seaside-2.jpg

When arrive in the place, you will be invited by many waiter or waitress. Hmm…it is better to say bakala. You can choose the place, it is comfortable.

 

seaside-3.jpg

Say your orders, they will entertain you.

seaside-4.jpg

Chose your fish, squid, or any kind of seafood. Just go to the market, beside the resto, and you choose the food. You can bargain for it :)

seaside-5.jpg

Here it is, one of the example :) Go..go…go..!

Adidas edition for Batik

 adidas-batik.jpg

I got this from my friend.

Acculturation or cultural imperialism?

let’s cook!

lets-cook.jpg Guys…let’s cook again :) let’s rock the kitchen! I think the participants miss the food. Keren!

Aperture, ISO, freeze for 15 seconds…

photography.jpg At least those are the things that I got from Sunday afternoon’s session :) Hahahahaaa….Look at the style,  convincing enough?

Revolusi (lagi)?

Manila dalam kondisi siaga…akibat dari skandal proyek broadband berskala nasional yang bernilai USD 300an M. Munculnya seorang saksi baru yang memberikan kesaksian tentang keterlibatan beberapa pejabat dan juga suami presiden memperkuat keresahan bagi publik akan akuntabilitas pemerintahan. Dari hasil pengamatan selama sebulan terhadap isi berita sebuah surat kabar nasional disini, muncul ketidakpuasan dari banyak kalangan dan mengerucut pada diperlukannya sebuah tindakan melawan status-quo. Protes dari publik telah terjadi, bahkan jumat (19 Feb) dan minggu (21 Feb) sudah dilakukan rally di Makati. Seperti yang pernah terjadi, EDSA 1986:22-25 Feb (menurunkan Pres. Marcos), EDSA 2001: 17-20 Feb (menurunkan Pres. J. Estrada). EDSA adalah nama sebuah jalan utama yang mengintari Metro Manila. Apakah akan terjadi lagi hal yang serupa dalam waktu-waktu ke depan? Let’s wait and see…

Bay View

bay-view.jpg

I like this picture, it’s cool! It was taken by my friend Moko. He took this when we have a gathering in Manila-Bay area. Those buildings are in Malate area, one of the business area in the Philippines.

Chinese New Year in Manila

artis-juga-ikutan.jpgnumpang-lewat.jpgcantik-kan.jpglets-pray.jpg

Poco-poco

Setelah tebar pesona yang sempat marak menjadi jargon, ada lagi satu statement dari ketua umum PDIP bahwa pemerintah saat ini ibaratnya penari poco-poco, maju satu langkah…mundur satu langkah….maju dua langkah…mundur dua langkah…

Cukup unik juga analogi ini…:D

Next Page »


a