Archive for January, 2008

TV stations-1

Walaupun jarang nonton TV di Manila, tapi harus paham nih sama stasiun-stasiun yang ada disini. Biasanya dipakai istilah channel 2, channel 7, dll. Agak beda sama punya kita yang lansung stasiunnya. Tapi biar lebih mudah yaaa, pake nama saja lah. Menurut info, data, dan orang-rang disini, yang paling populer itu ada dua stasiun: ABS-CBN dan GMA 7. Mereka bersaing abis nih..

Sampai saat ini, baru bisa mengunjungi GMA-7. Stasiun TV ini bagian dari sebuah network, artinya punya stasiun radio juga, online web juga ada.  Jadi bisa dibayangkan betapa besarnya mereka. Mereka juga punya satu bagian yaitu TV untuk disiarkan di luar negeri, namanya Pinoy TV. Jadi kan banyak tuh orang-orang Filipina di US, untuk melepas rindu :) dibelilah siaran dari Manila ini. Hmmm…kalau isi siaran dari TV ini sih kebanyakan pakai Tagalog jadi kurang begitu paham (makanya jarang nonton, hahahaha).

Bagaimana dengan Soekarno?

Hmmm….

Setelah menulis tentang Soeharto,  jadi teringat bagaimana dengan pemakaman Presiden yang pertama? Sebab melihat sebuah cerita yang pernah saya baca, beliau meninggal di RS dengan kondisi yang agak berbeda dari penguasa kedua.

Any ideas?

Judul film..

I cited this from my friend JT:

  • Enemy at the gates ( Mungsuhe westekan gapuro )
  • Die Hard ( Matine angel )
  • Die Hard II ( Sek Ora Iso Mati )
  • Die Hard III ( Matine Angel Tenan )
  • Die Hard IV ( Umur e Dowo)
  • X – Men ( Wong lanang saru )
  • The X – Files ( Barang Saru )
  • Silence of the lambs ( weduse mutung )
  • Planet of the apes ( Planete wong apes )
  • Lord of the ring ( Juragan akik )
  • Black Hawk down ( Manuk ireng keno bedhil )
  • Million Dollar Baby ( Babi regone sak yuto )
  • Deep impact ( Mlebune kejeron )
  • Die another day ( Matine ojo sak iki )
  • The Day After Tomorrow ( Sok Mben )
  • Transformers ( Seneng Obahan )
  • Fantastic Four ( Lakone Papat )
  • Star Wars ( Gelut Nang Langit )
  • Ghost Rider ( Setan Sepeda Motoran )
  • Superman Returns ( Bar Miber Balik )
  • Batman Returns ( Lowone Balik )
  • 10 Things I Hate About You ( Koe Mbencekno )
  • Minority Report ( Rasan – rasan )
  • Cars ( Montor – montoran )
  • I Am Legend ( Wong Seneng Cerito )
  • American Gangsters ( Premane Amerika )
  • The Brave One ( Wanian )
  • Crash ( Nubruk )
  • Terminator ( Tukang Jagal )
  • 50 First Dates ( Kakean Gendakan )
  • Tales From The Crypt ( Cerito Serem )
  • Perfect Storm ( Udan Angin )
  • Twister ( Angin Mubeng )
  • Dumb and dumber ( sing moco dan sing ngirim podo guyone…)

 

Condolence from Mrs. President

The President’s condolence letter:

“The government of the Philippines and the Filipino people join me in offering deepest sympathies and condolences on the demise of former President Suharto.

“Generations of Filipinos and Southeast Asians will remember President Suharto for his key role in regional community building and for his contributions to consolidating the gains of peace building in Mindanao.

“As one of the founding fathers of ASEAN, President Suharto was among those who had the pioneering vision of establishing a more peaceful, progressive and prosperous Southeast Asian region founded on respect and understanding.

“With ASEAN taking the historic step towards full integration with the signing of the ASEAN Charter, we remember those – especially former President Suharto – who have helped laid the firm ground upon which ASEAN is built on.

“The Philippines is likewise grateful to former President Suharto for his commitment to achieving just and lasting peace in Mindanao.

“With the assistance of President Suharto, stakeholders were drawn together to conclude the historic peace pact between the Government of the Philippines and the Moro National Liberation Front.

“To this day, we are working to further deepen the roots of peace in the Southern Philippines as we continue to reap the benefits of peace building’s fruits.

“For these enduring legacies, President Suharto will never be forgotten.”

Penguasa itu telah pergi…

Akhirnya…setelah melewati 86 tahun, beliau telah berpulang pada 27 Januari 2007 pkl 13.00 WIB. Saya pun mengetahui berita ini setelah membaca sebuah situs berita online Indonesia. Setelah membaca, saya pun menyimak berita-berita terkait sampai pada pukul 15.30 WIB, wuiiihhh…cukup lama juga. Memang tidak terasa mengingat begitu banyaknya berita-berita, dan juga mungkin yang meninggal itu Soeharto sehingga saya menjadi tertarik untuk eksplorasi dunia www.

Saya tidak kaget dengan maraknya “protokoler” dari RSPP-Cendana-Halim-Astana. Beliau berkuasa 32 tahun dan tentunya telah memberikan “kontribusi” bagi bangsa ini dan orang-orang tertentu di bangsa ini.

Ada satu berita menyedihkan (yang sepertinya kalah menyedihkan dengan berita berpulangnya beliau) yaitu ditabraknya seorang reporter RCTI yang ingin memberikan laporan langsug dari RSPP. Dari berita yang saya lihat, yang ditabrak itu adalah seorang wanita dan sepertinya patah kaki..yang menabrak adalah mobil salah seorang anggota dewan yang juga hadir di RSPP.

Informasi lain yang sempat saya simak adalah adanya pernyataan oleh oleh tokoh reformasi mengenai status perkara beliau. Ketika reformasi, beliau begitu gencarnya untuk mendukung gerakan itu yang bermuara pada diturunkannya Gen. bintang lima ini. Sekarang, meminta untuk memaafkan.

Tidak ketinggalan liputan media luar negeri. The body of former Indonesian president Suharto, who led a military dictatorship for three decades, began the journey back to his hometown for a state funeral Monday (GMA-Ph).

Memang man make news!

Bermimpi

Kira-kira tahun 2020, Indonesia terjadi apa ya?

1. Kalau ke Luar Negeri tidak perlu lagi bayar fiskal

2. Tidak ada macet-macet di jalan

3. Wireless Hot Spot every where

4. Audio-visual phone jadi lazim

Pasar Pandegiling

Pasar Pandegiling lagi ramai jadi pembahasan di radio. Tadi pagi saya dengar di online radio SS, ada diskusi tentang rencana penertiban pasar. Dua alasan yang kuat mewakili kubu pro dan kontra. Tapi kenapa ya mau di tertibkan? Kalau memang untuk niat yang baik kenapa di tolak oleh para pedagang? Bahkan mereka pergi demo ke DPRD surabaya.

Vege Dog

Huahahahahaha…just saw an interesting things here.

Ada anjing vegetarian. Ini pertama kali lihat anjing yang makan rumput. Bukan sulap bukan sihir, tetapi memang kenyataannya sepeti itu. Tidak percaya? Lihat foto yang sempat kuambil. Walaupun tidak terlihat jelas, tapi saya bersama beberapa teman lain menyaksikan itu.

Vege Dog

Pengalaman bayar taxi termahal

Akhirnya pada hari ini: Sabtu, 13 Januari 2008, saya mengalami pengalaman membayar argo taxi termahal sepanjang tinggal di Manila. Luar biasa! 250 Peso. Jika di kurs dengan rupiah menjadi sekitar Rp 50.000,- Dibandingkan dengan tariff kita memang terlihat murah, tapi untuk standar di Manila sudah sangat tinggi Umumnya kalau naik taxi akan berkisar Rp 20.000-an.

Pengalaman ini terjadi karena saya juga belum pernah ke tempat tujuannya, sementara sopir taxi juga tidak paham lokasinya yang pasti dimana. Akhirnya saya naik taxi dari Makati dan kebablasan ke Katipunan. Kalau dibandingkan, kira-kira seperti dari Surabaya ke ujung Sidoarjo. Padahal tempat sebenarnya hanya setengah dari perjalanan tersebut, akhirnya kita harus putar balik. Entah karena memang tidak mengetahui atau pura-pura tidak mengetahui, terjadilah pengalaman menyenangkan menghabiskan 1 jam 15 menit di perjalanan.

What a wonderful evening…!!!

Kasak-kusuk Golden Compass

Satu lagi film terbaru berdasarkan trilogy buku yang katanya bernada atheis. Film yang iputarkan serempak pada 6 Desember 2007 telah berhasil menarik perhatian banyak orang, juga saya. Bahkan ada teman saya menyarankan kalo mau menonton itu, kita harus paham betul tentang doktrin agama kita. Saya membaca satu artikel di internet, para pengkritik berharap agar buku itu tidak dihadiahkan kepada anak-anak dan film ini di boikot saja. Akhirnya saya menonton film ini pada tanggal 9 Januari 2008.

Golden Compass, saya singkat GC, itu sendiri adalah sebuah benda yang menjadi perebutan oleh dua pihak utama dalam film itu. Pihak pertama adalah Magisterium yang pada film ini berada pada posisi antagonis. Sementara pihak yang kedua adalah para “pemikir bebas” yang ingin mengeksplorasi tentang kebenaran. GC ini diperebutkan karena kemampuannya untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh pemakainya.

Manusia yang ada dalam film ini selalu ditemani oleh seorang binatang. Binatang ini disebut “dæmon”, saya artikan setan, tempat tinggal dari jiwa manusia tersebut. Jadi, ini juga bertentangan dengan ajaran bahwa jiwa manusia ada di dalam manusia itu sendiri.

 

Yang berikut Magisterium, sebuah organisasi yang mau menguasai dunia dan “memaksakan” ajaran religinya kepada manusia. Dari cara berpakaian, aksesoris yang digunakan, cara pengajaran doktrinnya, dan posisinya dalam masyarakat menggambarkan orang-orang religius. Dari film ini cenderung Magisterium di kaitkan kepada para pemimpin agama Kristen, bisa juga ke ajaran agama yang lain. Ini adalah impresi yang muncul dari film itu. Dengan demikian kenapa film ini mendapat protes, karena menampilkan sosok Magisterium sebagai antagonis yang jahat, kejam, otoriter, dan kasarnya tirani.

Hubungan yang sederhana seperti ini. Sementara Magisterium menjalankan dan menyebarkan ajarannya, mereka sendiri juga ragu akan ajaran mereka itu. Ketika para pemikir menyampaikan sebuah ide ilmiah yang bertentangan dengan ajaran mereka, terjadilah upaya-upaya untuk melakukan balasan terhadap ide itu. Mereka menghalalkan segala cara untuk mempertahankan dan bahkan memperluas dominasinya. Selain dengan cara ilmiah yang tidak etis (eksperimen terhadap anak-anak), GC merupakan sebuah alat yang sangat penting dan strategis untuk mereka sehingga perburuan untuk itu pun tidak terelakkan. Artinya film ini merupakan sebuah film untuk memberikan pesan melawan dominasi-dominasi yang ada, yang khususnya dominasi otritarian yang takut posisinya terancam.

Dampaknya terhadap anak-anak? Bagi saya semua film itu tentu memiliki dampak terhadap anak-anak. Khusus untuk film ini, secara fisik tidak menunjukan berbahaya. Yang “baik” ditunjukkan dengan grafis yang bersahabat dan lucu, begitu juga sebaliknya. Secara non-fisik, seperti yang saya tulis di atas itu bisa berpotensi mempengaruhi pola berpikir. Dengan demikian, kata orang kalau dilarang bakal tambah disenangi. Lebih baik dilawan saja dan memberikan pengertian, walaupun akan memberikan dampak financial bagi pembuat sehingga trilogy ini tetap jalan.

Next Page »


a