facebook dan parpol

Sepertinya agak terlambat sih kalo nulis gini, tapi ya daripada kosong, hehehee…

Beberapa hari lalu sempat ngobrol-ngobrol dengan salah satu teman tentang online, dan salah satunya fb. Menurut info, ternyata fb dipakai juga untuk sarana komunikasi parpol di Indonesia. Sepertinya penggunaan fb ini juga menjadi salah satu pamungkas dari Mr. Obama untuk kampanyenya waktu lalu (http://ezinearticles.com/?Facebook-Assists-Obama-Campaign&id=1677562). Jadi dengan begitu banyaknya pengguna fb di indo (brapa yaa…?), pasti ini jadi potensi yang bagus buat sosialisasi. Murah dan cepat….

Nah, untuk membuktikan, iseng-iseng ak search di fb dengan kata kunci “partai” dan hasilnya ya emang betul sih. Dan fb beri tulisan: Displaying 1-100 out of over 500 results for: partai. Wheeww….tinggi namaannn…. Urutan-urutannya: Partai Patriot, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, de el el sampeeeiiii ada partai cinta, partai nyengir, partai golput. Wah wah, kalo yang partai-partai belum terdaftar ini, bisa jadi peluang nih…

Peluang buat partai-partai ala fb ini bisa cari popularitas dulu, lalu nanti daftar untuk ronde berikut, hehehehe.

Blog Politik Indonesia

Selama masa “cuti”, ada satu aktivitas yang kulakukan:

Membuat daftar blog politik indonesia.

Ternyata, tidak mudah untuk mencari blog yang betul-betul fokus kepada politik. Atau, setidaknya mayoritas ke politik. Ada sih blog-blog dari politisi, tapi isinya ya tidak berbeda jauh dengan yang ada di media-media, malah duplikasi dari liputan yang ada di media tentang diri mereka. Kalau begini mah, media boleh new, tapi yang tetap saja cara memakainya…he..he..

Kembali aktif dan debat Obama-McCain

Akhirnya datang juga…Setelah ilang beberapa lama.

Kemarin-kemarin (sepertinya kamis) ketika lihat babak 3 live debate Obama-McCain, terlihat begitu “kreatifnya” liputan media-media internasional. Serempak, beberapa stasiun TV terkemuka: CNN, BBC, CNBC, Bloomberg, dan Aljazeera meliput langsung event ini. Yang berbeda adalah cara mengemasnya: ada yang mendatangkan pakar-pakar politik, petinggi-petinggi media cetak, pemerhati, bahkan mengontak Hillary Clinton untuk memberikan pandangan kritisnya.

Didukung dengan kreatifitas media person di studio masing-masing, komentar-komentar dari pakar tersebut bisa langsung divisualisasikan untuk memperjelas pesannya. Jika komentarnya terkait debat saat itu, maka cuplikan debat langsung ditayangkan…(yaa…seperti di jeda siaran sepak bola), jika terkait dengan pernyataan yang sudah pernah dibuat, maka langusng ditayangkan dua mini screen tentang pernyataan sekarang dan sebelumnya. Jika pernyataannya perlu di ditanggapi dengan data-data kuantitatif, maka muncul juga. Yaa…informatif juga, memberikan gambaran lebih luas, secara ngomongnya pake inggris trus agak cepat, hehehe

Yang cukup unik adalah cara mengukur dampak dari debat tersebut terhadap preferensi pemilih. Praktek umum, biasanya langsung dilakukan survey yang sifatnya tidak terlalu transparan. Artinya kita percaya pada lembaga survey tentang cara dan hasil yang diperoleh. Praktek lainnya adalah focus group discussion, sekelompok orang yang dikumpulkan di studio untuk nonton debat bersama-sama. Mereka yang datang adalah orang yang belum menentukan pilihan…(hmm…sulit juga ya..asas rahasianya kan ada). Setelah debat selesai, akan diberikan kesempatan untuk memberikan pandangan. Dan pada akhirnya, ada yang mengakui bahwa dia memilih obama, tidak memilih obama, puas dengan mccain.

Siapakah yang layak jadi “no”?

Notonogoro. Sepanjang yang saya ketahui, itu adalah sebuah penggabungan dari 2 hufuf terakhir para pemimpin bumi persada yang terkategorikan sukses. Notonogoro adalah hasil ramalan dari jayabaya mengenai pemimpin sukses (aktor negara atau satrio piningit) di bangsa ini. Mungkin definisi sukses disini bisa menjadi pro dan kontra, tapi saya mencoba memakai ukuran paling sederhana lama berkuasa deh :)

Semenjak menjadi NKRI, kita sudah memiliki enam orang Presiden. Dimulai dari Soekarno sampai pada SB Yudhoyono. Dari keenam orang itu, tercatat bahwa dua orang telah berkuasa cukup lama yaitu Soekarno dan Soeharto.

chair-indo.jpg

Yang menjadi menarik adalah kedua orang ini telah mengambil jatah “no” dan “to” dalam akronim jayabaya itu. Nah, yang menjadi misteri adalah siapakah yang akan mengambil jatah “no”?

Awalnya ketika presiden ke-enam naik, saya hanya berpikir sejenak bahwa sepertinya dialah yang akan mengambil posisi “no” itu. Artinya, akan sukses juga. Namun seiring waktu, banyak hal yang terjadi dan itu sempat mepengaruhi keyakinan saya.

Yang menarik adalah, hari ini saya membaca ulasan “Buka Kayon Sultan Yogya” di Tempo. Awalnya tentang peluncuran buku oleh Sultan, tapi ketika masuk pada bagian hasil survey untuk calon presiden. Saya pun langsung teringat akan “no” yang ketiga. Buwono (walaupun ana nama asli beliau) adalah nama terakhirnya dan kebetulan cocok :)

Namun itu kan ramalan, yang secara ilmiah pasti akan banyak dipertanyakan. Apalagi di jaman kemajuan teknologi dan budaya yang begitu pesat ini. Tapi jika sejenak saya lihat hasil survey itu, saya kutip dari Tempo: Januari lalu, ia berada di urutan ketiga, di bawah Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri… Menurut Lembaga Survei Indonesia, angka tujuh persen bagi Sultan kurang-lebih sama dengan popularitas Yudhoyono setahun sebelum pemilihan presiden 2004, peluang itu juga ada.

Jadi, siapakah yang layak? Tentulah bukan siapa-siapa yang memutuskan, tapi ya diri kita sendiri dengan pertimbangan dan pemahaman yang baik akan tawaran-tawaran itu.

Find a cab

An experience when looking for a taxi in the north part of Manila.You can see the vehicles also.

Sorry for the Smokers: Hard-Sell

Iklan layanan masyarakat ini sangat ekstrim. Saya mengkategorikannya dalam hard-sell, karena simbol-simbol yang dipakai langsung pada sasaran. Dampak dari merokok disampaikan dengan tulisan dan ilustrasi gambar yang cukup mengerikan.

poster-copy.jpg

Saya menemukan poster ini ketika turun dari kereta menuju Katipunan, Quezon City. Poster ini langsung menartik perhatian para penumpang, terutama yang arah menaiki kereta. Bagi penumpang yang baru saja turun kereta, mungkin tidak terlalu mencolok karena letaknya di samping. Namun, ternyata setelah saya berdiskusi dengan beberapa teman, ternyata mereka juga melihat.

A stick of cigarette takes away 7 minutes of your life. Wow, okay…jika memang pernyataan ini valid. Jika seseorang menghabiskan 1 bungkus rokok (isi 12 batang) sehari, maka dalam waktu 1 tahun (asumsi saja aktif merokok 300 hari) menghabiskan 3600 batang. Dengan demikian, merokok selama satu tahun akan mengurangi usia hidup sebanyak 25200 menit (17,5 hari). Hiii….berarti kalo 10 tahun merokok…kurang brapa hari lagi masa hidup?

Yang berikut lagi adalah ilustrasi dampak ke organ tubuh manusia. Dari gambar ini, praktis hamper semua organ tubuh akan mengalami degradasi yang sangat cepat.

Namun tentulah tanggapan smokers juga berbeda-beda. Seorang teman yang melihat sepintas, mengatakan: “itu kan ilustrasinya buat wanita.” Ada juga yang memang sudah melihat namun no comment.

Kalau saya sendiri, saya cenderung ingin melihat dulu kevalidan pernyataan-pernyataan tersebut. Jangan sampai nanti bisa jadi masalah kalau perusahaan rokok melakukan tuntutan, hehehehhe…

Si Kuning-Merah

 

bensin.jpg

Tentulah sudah bisa ditebak kalau itu adalah gas station yang sangat familiar. Corporate color-nya menjadi sangat familiar senatero dunia. Sebuah pekerjaan yang sukses dari para komunikator melalui ide brilian dan buah karya mereka.

Satu lagi kesan yang tampil adalah: kelas atas. Terkesan bahwa inilah yang terbaik dan bergengsi. Di kota ini malah lebih banyak lagi merah-kuning ini, tersebar dimana-mana bersaing dengan si biru-merah. Tapi karena sudah sangat banyak, kesan kelas atas seperti yang pernah saya lihat di ibukota kita menjadi luntur. Sepertinya sudah merakyat :)

Satu lagi yang unik, ternyata harga minyak berubah-ubah setiap hari. Sampai-sampai perlu dipasang papan harga di pinggir jalan :) Wah, kalau seperti ini bisa-bisa tiap hari demo dong…

Candle-Light Rally: “Speak the Truth”

Two days ago, I saw a rally in front of my campus. The rally was held on Taft Avenue, almost half of the street are occupied by the participants. The rally was started around 6 PM and finish at 7 PM. It was very crowded afternoon because they use drums and megaphone’ siren. When the area is getting dark, they use candle. After the rally, the participants conducted candle light prayer and read statements.

Surely, the rally is connected with the current case: National Broadband Network – ZTE Corp. After the presence of a key witness, huge number of people conducts rallies in the street. It happens because there is indication that current President (or the husband) is involved. People also want another key witness to tell the truth (truth= katotohanan).

deret-pics-copy.jpg

 

Tell or speak the truth and ‘moderate their greed’ are the two famous jargons in here. When I attend the events, it is quiet often that the two sentences are spoken in the speech. Also, both are mentioned in the news.

The participants are the high school students, students and officers from my campus, and students from neighbor campus. They show posters or banners to the vehicles that passed Taft Avenue. Some people stand on the pedestrian area to watch the rally, including me :) . I was very busy to take pictures and video with my phone:)

Patriot nekat

patriot-nekat.jpg

Hmmm…Several days ago my friends and I were invited to attend Asian Festival’08 (created by Asian Studies Class) in Asian Social Institute. One of the program is cultural performance, therefore we should wear our clothes that represent Indonesian culture. They require the food from each country, for us the simple one is Pecel. Since all of us are male and have limited time. Finally, everything is well prepared.

Actually, we went there to attend the festival, very well-dressed… The shocking news is the sister who suppose give the performance (dance) should be hospitalized. So….emergency plan :) Sing a song! Hmmm…but when we saw the other give dance and well-prepared performance, we need another emergency action: poco-poco :)

Even only 15 minutes practice (without song), the show must go on!

It’s little bit difficult at the first move, but after we adjusted with the music then all of the audience gave big applause. However, I was not sure that it came because of we made a good one :) It is balance! hahahahaha..

After the show, one of the leader in that school said that: you stole the show! (I am not sure that it was praise or critics:)) And we just realized that we are the only male performer :)

All in all, it is for Merah-Putih!

No Youtube untuk karyawan

“I almost fell out of my chair when I saw how many people were doing it and how much bandwidth those sites sucked up,” says Jeff Parker, Carriage Services Inc.’s information technology administrator. He quickly blocked access to both sites (Youtube-Google Inc. and My Space-News Corp).

Alasannya, menelan bandwidth yang sangat besar. Maklum karena bentuk filenya adalah video. Selain itu mengancam produktivitas kerja.

Munculnya teknologi yang baru bisa disebabkan oleh kebutuhan, bisa juga memunculkan sebuah budaya yang baru. Ketika fasilitas bercakap-cakap jarak jauh muncul, MIRC begitu populer di kalangan pemakai internet, termasuk saya. Begitu juga dengan berkembangnya YM sampai pada fasilitas audio-visual. Kedua teknologi ini pernah dan sedang menjadi pendukung sebuah budaya baru, chatting.

new-logo.jpg

Setelah chatting yang menyita banyak perhatian, muncul lagi Youtube. Sudahkah menjadi budaya? Tentulah bagi user yang ingin mengakses video, istilah di-Youtube aja…(Youtube it…) sudah tidak asing. Hal serupa seperti mencari informasi tentang broadband, di-Google saja… Saya pun mencari banyak info, klip sepakbola, video klip lagu-lagu, mencari ide, tinggal di-Youtube aja…Salah hasilnya, tidak ketinggalan mengikuti perkembangan musik bahkan video klip tanah air. Mulai dari jaman Ada Rindu Untukmu-Dian Pisesha sampai Makhluk Tuhan Paling Seksi-nya Mulan :) Ingin melihat tari poco-poco? Sajojo? di Youtube aja…Begitu juga dengan aksi-aksi Alexandro Pato dan Kaka dalam mengolah si kulit bundar. Ingin melihat gol-gol indah, di-Youtube aja…

Bisa juga kalau rindu dengan tukul, di Youtube aja….

Sangat banyak fungsi website-website online terutama yang memberikan fasilitas seperti youtube ini. Bahkan sudah hampir menjadi sebuah bagian hidup dari seseorang…

Hmmm….diblok untuk tidak bisa akses….?Kalau sudah jadi budaya, pasti akan dicari cara lain untuk mengakses :)

Next Page »


a


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.