e-Adventure

Siapakah yang layak jadi “no”?

March 24, 2008 · 3 Comments

Notonogoro. Sepanjang yang saya ketahui, itu adalah sebuah penggabungan dari 2 hufuf terakhir para pemimpin bumi persada yang terkategorikan sukses. Notonogoro adalah hasil ramalan dari jayabaya mengenai pemimpin sukses (aktor negara atau satrio piningit) di bangsa ini. Mungkin definisi sukses disini bisa menjadi pro dan kontra, tapi saya mencoba memakai ukuran paling sederhana lama berkuasa deh :)

Semenjak menjadi NKRI, kita sudah memiliki enam orang Presiden. Dimulai dari Soekarno sampai pada SB Yudhoyono. Dari keenam orang itu, tercatat bahwa dua orang telah berkuasa cukup lama yaitu Soekarno dan Soeharto.

chair-indo.jpg

Yang menjadi menarik adalah kedua orang ini telah mengambil jatah “no” dan “to” dalam akronim jayabaya itu. Nah, yang menjadi misteri adalah siapakah yang akan mengambil jatah “no”?

Awalnya ketika presiden ke-enam naik, saya hanya berpikir sejenak bahwa sepertinya dialah yang akan mengambil posisi “no” itu. Artinya, akan sukses juga. Namun seiring waktu, banyak hal yang terjadi dan itu sempat mepengaruhi keyakinan saya.

Yang menarik adalah, hari ini saya membaca ulasan “Buka Kayon Sultan Yogya” di Tempo. Awalnya tentang peluncuran buku oleh Sultan, tapi ketika masuk pada bagian hasil survey untuk calon presiden. Saya pun langsung teringat akan “no” yang ketiga. Buwono (walaupun ana nama asli beliau) adalah nama terakhirnya dan kebetulan cocok :)

Namun itu kan ramalan, yang secara ilmiah pasti akan banyak dipertanyakan. Apalagi di jaman kemajuan teknologi dan budaya yang begitu pesat ini. Tapi jika sejenak saya lihat hasil survey itu, saya kutip dari Tempo: Januari lalu, ia berada di urutan ketiga, di bawah Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri… Menurut Lembaga Survei Indonesia, angka tujuh persen bagi Sultan kurang-lebih sama dengan popularitas Yudhoyono setahun sebelum pemilihan presiden 2004, peluang itu juga ada.

Jadi, siapakah yang layak? Tentulah bukan siapa-siapa yang memutuskan, tapi ya diri kita sendiri dengan pertimbangan dan pemahaman yang baik akan tawaran-tawaran itu.

→ 3 CommentsCategories: Tanah Air
Tagged:

Find a cab

March 23, 2008 · 6 Comments

An experience when looking for a taxi in the north part of Manila.You can see the vehicles also.

→ 6 CommentsCategories: Phil
Tagged:

Sorry for the Smokers: Hard-Sell

March 15, 2008 · 4 Comments

Iklan layanan masyarakat ini sangat ekstrim. Saya mengkategorikannya dalam hard-sell, karena simbol-simbol yang dipakai langsung pada sasaran. Dampak dari merokok disampaikan dengan tulisan dan ilustrasi gambar yang cukup mengerikan.

poster-copy.jpg

Saya menemukan poster ini ketika turun dari kereta menuju Katipunan, Quezon City. Poster ini langsung menartik perhatian para penumpang, terutama yang arah menaiki kereta. Bagi penumpang yang baru saja turun kereta, mungkin tidak terlalu mencolok karena letaknya di samping. Namun, ternyata setelah saya berdiskusi dengan beberapa teman, ternyata mereka juga melihat.

A stick of cigarette takes away 7 minutes of your life. Wow, okay…jika memang pernyataan ini valid. Jika seseorang menghabiskan 1 bungkus rokok (isi 12 batang) sehari, maka dalam waktu 1 tahun (asumsi saja aktif merokok 300 hari) menghabiskan 3600 batang. Dengan demikian, merokok selama satu tahun akan mengurangi usia hidup sebanyak 25200 menit (17,5 hari). Hiii….berarti kalo 10 tahun merokok…kurang brapa hari lagi masa hidup?

Yang berikut lagi adalah ilustrasi dampak ke organ tubuh manusia. Dari gambar ini, praktis hamper semua organ tubuh akan mengalami degradasi yang sangat cepat.

Namun tentulah tanggapan smokers juga berbeda-beda. Seorang teman yang melihat sepintas, mengatakan: “itu kan ilustrasinya buat wanita.” Ada juga yang memang sudah melihat namun no comment.

Kalau saya sendiri, saya cenderung ingin melihat dulu kevalidan pernyataan-pernyataan tersebut. Jangan sampai nanti bisa jadi masalah kalau perusahaan rokok melakukan tuntutan, hehehehhe…

→ 4 CommentsCategories: Media
Tagged:

Si Kuning-Merah

March 10, 2008 · 7 Comments

 

bensin.jpg

Tentulah sudah bisa ditebak kalau itu adalah gas station yang sangat familiar. Corporate color-nya menjadi sangat familiar senatero dunia. Sebuah pekerjaan yang sukses dari para komunikator melalui ide brilian dan buah karya mereka.

Satu lagi kesan yang tampil adalah: kelas atas. Terkesan bahwa inilah yang terbaik dan bergengsi. Di kota ini malah lebih banyak lagi merah-kuning ini, tersebar dimana-mana bersaing dengan si biru-merah. Tapi karena sudah sangat banyak, kesan kelas atas seperti yang pernah saya lihat di ibukota kita menjadi luntur. Sepertinya sudah merakyat :)

Satu lagi yang unik, ternyata harga minyak berubah-ubah setiap hari. Sampai-sampai perlu dipasang papan harga di pinggir jalan :) Wah, kalau seperti ini bisa-bisa tiap hari demo dong…

→ 7 CommentsCategories: Media
Tagged:

Candle-Light Rally: “Speak the Truth”

March 7, 2008 · 2 Comments

Two days ago, I saw a rally in front of my campus. The rally was held on Taft Avenue, almost half of the street are occupied by the participants. The rally was started around 6 PM and finish at 7 PM. It was very crowded afternoon because they use drums and megaphone’ siren. When the area is getting dark, they use candle. After the rally, the participants conducted candle light prayer and read statements.

Surely, the rally is connected with the current case: National Broadband Network – ZTE Corp. After the presence of a key witness, huge number of people conducts rallies in the street. It happens because there is indication that current President (or the husband) is involved. People also want another key witness to tell the truth (truth= katotohanan).

deret-pics-copy.jpg

 

Tell or speak the truth and ‘moderate their greed’ are the two famous jargons in here. When I attend the events, it is quiet often that the two sentences are spoken in the speech. Also, both are mentioned in the news.

The participants are the high school students, students and officers from my campus, and students from neighbor campus. They show posters or banners to the vehicles that passed Taft Avenue. Some people stand on the pedestrian area to watch the rally, including me :) . I was very busy to take pictures and video with my phone :)

→ 2 CommentsCategories: Phil
Tagged:

Patriot nekat

March 5, 2008 · 7 Comments

patriot-nekat.jpg

Hmmm…Several days ago my friends and I were invited to attend Asian Festival’08 (created by Asian Studies Class) in Asian Social Institute. One of the program is cultural performance, therefore we should wear our clothes that represent Indonesian culture. They require the food from each country, for us the simple one is Pecel. Since all of us are male and have limited time. Finally, everything is well prepared.

Actually, we went there to attend the festival, very well-dressed… The shocking news is the sister who suppose give the performance (dance) should be hospitalized. So….emergency plan :) Sing a song! Hmmm…but when we saw the other give dance and well-prepared performance, we need another emergency action: poco-poco :)

Even only 15 minutes practice (without song), the show must go on!

It’s little bit difficult at the first move, but after we adjusted with the music then all of the audience gave big applause. However, I was not sure that it came because of we made a good one :) It is balance! hahahahaha..

After the show, one of the leader in that school said that: you stole the show! (I am not sure that it was praise or critics:)) And we just realized that we are the only male performer :)

All in all, it is for Merah-Putih!

→ 7 CommentsCategories: Phil

No Youtube untuk karyawan

March 5, 2008 · 4 Comments

“I almost fell out of my chair when I saw how many people were doing it and how much bandwidth those sites sucked up,” says Jeff Parker, Carriage Services Inc.’s information technology administrator. He quickly blocked access to both sites (Youtube-Google Inc. and My Space-News Corp).

Alasannya, menelan bandwidth yang sangat besar. Maklum karena bentuk filenya adalah video. Selain itu mengancam produktivitas kerja.

Munculnya teknologi yang baru bisa disebabkan oleh kebutuhan, bisa juga memunculkan sebuah budaya yang baru. Ketika fasilitas bercakap-cakap jarak jauh muncul, MIRC begitu populer di kalangan pemakai internet, termasuk saya. Begitu juga dengan berkembangnya YM sampai pada fasilitas audio-visual. Kedua teknologi ini pernah dan sedang menjadi pendukung sebuah budaya baru, chatting.

new-logo.jpg

Setelah chatting yang menyita banyak perhatian, muncul lagi Youtube. Sudahkah menjadi budaya? Tentulah bagi user yang ingin mengakses video, istilah di-Youtube aja…(Youtube it…) sudah tidak asing. Hal serupa seperti mencari informasi tentang broadband, di-Google saja… Saya pun mencari banyak info, klip sepakbola, video klip lagu-lagu, mencari ide, tinggal di-Youtube aja…Salah hasilnya, tidak ketinggalan mengikuti perkembangan musik bahkan video klip tanah air. Mulai dari jaman Ada Rindu Untukmu-Dian Pisesha sampai Makhluk Tuhan Paling Seksi-nya Mulan :) Ingin melihat tari poco-poco? Sajojo? di Youtube aja…Begitu juga dengan aksi-aksi Alexandro Pato dan Kaka dalam mengolah si kulit bundar. Ingin melihat gol-gol indah, di-Youtube aja…

Bisa juga kalau rindu dengan tukul, di Youtube aja….

Sangat banyak fungsi website-website online terutama yang memberikan fasilitas seperti youtube ini. Bahkan sudah hampir menjadi sebuah bagian hidup dari seseorang…

Hmmm….diblok untuk tidak bisa akses….?Kalau sudah jadi budaya, pasti akan dicari cara lain untuk mengakses :)

→ 4 CommentsCategories: Media
Tagged:

Selamat datang Mr.Broadband

March 5, 2008 · 2 Comments

“Target penetrasi pita lebar mencapai 20 persen pada 2012. Pada tahun 2014 nanti diharapkan pengguna internet tersebut mencapai 150 juta orang,” kata Suhono H Supangkat, Staf Ahli Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, di Gedung Depkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (5/3). (Dikutip dari: Kompas)

Wow, akhirnya sudah ada sebuah janji resmi untuk mendatangkan Mr. Broadband. Kehadiran beliau akan sangat mendukung perkembangan komunikasi dan tentunya berdampak pada aspek-aspek yang lain. Dan tentunya saudara sepupunya, digitalisasi dan virtual teknologi juga akan mengikuti.

Paling sederhana adalah bisa akses Internet dengan cepat :D Seperti pengalaman di KL maupun S-pore. Biasanya, kalau membuka video di youtube saya harus menunggu proses “buffering”. Pengalaman yang berbeda saya dapat di dua tempat itu, malah “buffering” yang menunggu saya. Artinya lancar..car.car..tanpa harus loading kalau mau lihat video. Mr. Broadband sudah singgah di mereka sepertinya.

Semoga Mr. Broadband juga dibawa keliling ke pulau-pulau di Indo ya….

→ 2 CommentsCategories: Tanah Air

Let’s go to Burma

February 26, 2008 · 3 Comments

Apakah cara ‘Singa Tua’ itu masih dibutuhkan untuk menghadapi brutalitas ini?

lets-go.jpg

Itulah sebuah kesan yang muncul ketika melihat seri ke empat dari petualangan seorang veteran perang dari Amerika Serikat. Kenapa brutalitas yang dipakai? JIka Anda pernah memainkan sebuah fighting-game versi Sega: Mortal Kombat, tentu masih ingat di bagian akhir ketika lawan tarung sudah lemah (menunggu dieksekusi). Jika Anda berhasil membuat lawan Anda itu game-over dengan mutilasi, membakar, bahkan memakan, Anda mendapatkan: Brutality. Apakah terlalu berlebihan dengan film yang memakai karakter asli manusia? Melihat preferensi tehkik perfilman yang dipakai, itulah impresi yang muncul.

Film ini tentu tidak asing bagi para penikmat film action, begitu juga dengan alur ceritanya. John Rambo, tokoh utama, memutuskan untuk mengasingkan diri di Thailand setelah melewati begitu banyak masa sulit akibat perang (bisa mengacu pada serial-serial sebelumnya). Ternyata masa sulit itu kembali setelah sekelompok orang dari Amerika (mengatasnamakan Gereja) meminta bantuannya untuk mengantarkan mereka masuk ke Burma. Rencana tidak berjalan mulus, sekelompok orang itu diculik oleh pasukan bersenjata yang keji. Pembunuh bayaran yang disewa pun terlihat kewalahan untuk memberikan bantuan. Akhirnya, John beraksi lagi.

Apakah brutalitas itu masih ada di masa kini? Melihat presentasi-presentasi yang ditunjukkan dalam film ini, tentulah disimpulkan bahwa lokasi kejadian ini di Burma. Begitu mendengar Burma, otak kita langsung mengaitkan dengan peristiwa yang kita ketahui melalui pemberitaan di media-media. Dan tentulah pembuat film ini tidak sembarangan memasukkan unsur brutalitas seperti itu.

Paling minimal respon ngeri, kejam, sadis, dan kok tega? akan muncul begitu melihat film ini. Tidak saja itu, menutup mata, detak jantung meninggi, bahkan menghentikan melihat film ini bisa menjadi pilihan respon yang diambil. Akan tetapi, apakah presentasi brutalitas itu hanya berhenti sampai respon sesaat itu? Setelah melihat secara utuh ataupun tidak utuh, apakah penilaian Anda terhadap kondisi Burma secara khusus pada orang-orang di sana?

Setidaknya, akan muncul kesan negatif bahwa kondisi di sana tidak kondusif sehingga dibutuhkan sebuah intervensi untuk membuat aman. Dua tindakan umum muncul dalam film ini: mencoba dengan cara yang halus ala Michael, Sarah dkk, atau dengan ala ‘Singa Tua’ yang masih bertaring dan lincah. Dua tindakan ini coba dikombinasikan dalam film ini dan hasilnya ‘Singa Tua’ masih diperlukan. Bahkan dengan memunculkan singa-singa ‘muda’, ternyata mereka masih butuh pengalaman, keberanian, dan keahlian dari John.

Cara-cara yang menjadi khas ‘Singa Tua’, yang ditentang saat ini, masih dibutuhkan jika terjadi kondisi yang seperti di film ini. Bahkan, ‘Singa Tua’ harus turun tangan untuk membimbing singa-singa muda dan mengundang singa-singa lokal untuk mengakhiri brutalitas ini. Jika benar kondisi di Burma seperti itu dan cara-cara Sarah dkk tidak ampuh, maka cara apakah dan siapakah yang layak untuk mengintervensi?

Tentulah telah muncul pro dan kontra terhadap film ini, namun pada titik ini penulis melakukan sebuah pemaparan terhadap pesan yang ingin disampaikan melalui karya media ini.

→ 3 CommentsCategories: Media

how fast and how furious

February 23, 2008 · 2 Comments

It is a nice experience to attend a car contest. I was there because my friend is a member of that car club. We came there very late. So, we missed the contest but not the cars and wonderful fashion show :)

how-fast-resize.jpg

→ 2 CommentsCategories: Phil